KABASARNAS RESMIKAN KN SAR 237 PANDUDEWANATA KANTOR SAR TERNATE

Ternate - 26 Jan 2017. Angka kecelakaan di wilayah perairan Provinsi Maluku Utara (Malut) pada akhir tahun 2016 kemarin meningkat secara drastis salah satunya adalah insiden tenggelamnya KM Karamando yang menewaskan 4 penumpang, dengan rute Ternate-Jailolo.

Dengan adanya insiden tersebut, maka siang ini, Kamis (26/1/2017) Kepala Badan Sar Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI FH Bambang Sulistyo didampigi Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba dan forkompimda Malut serta Kota Ternate melaksanakan upacara peresmian KN SAR 237 Pandudewanata, yang ditandai dengan penekanan sirine dan pemotongan Pita, bertempat di pelabuhan Ahmad Yani Kecamatan Kota Ternate Tengah.

"Malut ini, paling banyak terjadi jumlah kecelakaan di wilayah perairan, dengan semua itu, kita dari BASARNAS coba untuk menjawab yakni salah satunya dengan menghadirkan 1 unit kapal," ungkap Sulistyo saat diwawancara usai upacara peresmian kapal.

Dikatakan, kapal baru yang dimiliki BASARNAS Ternate ini, bukan hanya diperuntukkan untuk mengangkut barang-barang BASARNAS saja, melainkan untuk dilakukan proses pencarian atau evakuasi korban baik di siang maupun malam hari.

"Kapal ini didukung fasilitas lain yang dapat mendukung kegiatan kita di lokasi musibah, sebab kapal ini mempunyai kecepatan yang berbeda dengan kapal lainya," akunya.

Lanjut Bambang, kapal yang baru ini memiliki panjang 40 meter, dan angka 40 itu merupakan analisis kebutuhan operasi BASARNAS.

"Dulu ada kapal, 28, 36, 12 dan macam-macam, kemudian kita hitung, untuk kondisi georgafis perairan Indonesia dengan berbagai karakter gelombang dan kuat arus maka kita bisa mendapatkan ide dengan pembuatan kapal 40 meter yang bisa menjangkau di perairan lepas, untuk kecepatan kapal ini bisa sampai 36 knots tapi yang kita pakai distandar maksimum yakni 33 saja, guna mempertahankan umur kapal, terutama dibagian mesin," paparnya.

Bambang berharap, dengan adanya penambahan kapal untuk Kantor SAR Ternate ini, dapat menekan angka kecelakaan di wilayah perairan sekaligus menjawab tantangan masyarakat yang ada di Malut.

"Indonesia hitungannya 4 orang meninggal setiap harinya, baik kecelakaan di darat, laut, maupun udara, dan itu saya hitung selama 5 tahun terakhir, untuk itu ke depannya, selain BASARNAS harus meningkatkan kesiap-siagaan, rakyat kita juga harus coba untuk meningkatkan bagaimana menjaga budaya keselamatan," harapnya.

Sementara itu, Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba mengatakan, Malut dalam beberapa bulan terakhir ini sering terjadi kecelakaan laut.

"Adanya kapal ini, karena dalam beberapa kali pertemuan saya dengan Pak Jendral (Soelistyo), saya sering minta untuk penambahan kapal, dan ini merupakan jawaban beliau (Soelistyo), dan kita di Malut memang sangat-sangat membutuhkan ini," ungkap Gani Kasuba.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BASARNAS Ternate, Mustari,S.E.,MM dalam sambutannya mengatakan, di tahun 2016 kemarin BASARNAS Ternate telah menangani beberapa kejadian kecelakaan pelayaran, bencana alam, dan kondisi membahayakan jiwa.

"23 Kecelakaan Pelayaran, 1 Bencana alam dan 11 Kondisi membahayakan jiwa manusia dengan jumlah total korban 258, di antaranya selamat 235 orang, meninggal 15 orang dan 8 orang hilang," papar Mustari. (HMS)



Link Terkait
PEJABAT